Minggu, 25 Mei 2014

Pemahaman Diri



by Achun sampolawa laguali
BAB I
PEMAHAMAN DIRI

Kita sering mendengar bahwa pentingnya pemahaman akan diri sendiri. Siapapun harus mengenal dirinya sendiri. Namun, pemahaman diri tersebut tidak bisa kita capai dengan mudah. Secara terus menerus kita harus menggali diri kita secara mendalam.

A.    Siapakah Aku Ini?
   Kita selalu merujuk diri kita seagai Aku. Kita berkata, “Ini Aku” , “Ini Aku punya”, “Ini badan Aku”, “Nama Aku si-anu”, dan “Nama bapa Aku si-anu”, dan sebagai nya. Pernahkah kita terfikir siapakah Aku ini? Apakah Aku ini? Siapa sebenarnya Aku ini?  Tentu akan ada beraneka jawaban dari setiap orang. Agar dapat membantu menjawab pertanyaan tersebut diatas, sedikitnya ada dua sudut pandang yang dapat dijadikan landasan.

   Dari sudut pandang spiritual, setidaknya jawaban yang sesungguhnya adalah sebagai berikut:
a.             Aku adalah makhluk ciptaan Tuhan yang disebut manusia.
b.            Aku diciptakan Tuhan sebagai tanda terbesar atas kuasa-Nya dimuka bumi.
c.             Aku adalah manusia yang diciptakan Tuhan dan diberi tanggung jawab untuk menjaga, mengolah dunia sehingga berkembang dan berarti bagi kehiduapan seluruh makhluk ciptaan-Nya.
d.            Aku juga adalah ayatollah (tanda-tanda Allah) kerana seluruh alam raya, yang ghaib dan yang nyata, adalah tanda-tanda wujudnya Allah SWT.
e.             Aku juga digelar Rohullah (Roh Allah) kerana roh itu adalah hembusan dari roh Allah atau limpahan dari roh Allah.

            Dari sudut psikologi humanistic (Abraham Maslow), “Aku” adalah manusia yang memiliki kebutuhan-kebutuhan yang secara bertingkat perlu dipenuhi dalam kehidupan sehari-hari. Kebutuhan-kebutuhan terdebut dari tingkat yang paling dasar sampai yang paling tinggi adalah:

a.     Kebutuhan Fisiologis
Kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan yang sangat primer dan yang mutlak dipenuhi. Pada tingkat yang paling bawah, terdapat kebutuhan yang bersifat fisiologik (kebutuhan akan udara, makanan, minuman dan sebagainya) yang ditandai oleh kekurangan (defisi) sesuatu dalam tubuh orang yang bersangkutan. Kebutuhan ini dinamakan juga kebutuhan dasar (basic needs) yang jika tidak dipenuhi dalam keadaan yang sangat estrim (misalnya kelaparan) bisa manusia yang bersangkutan kehilangan kendali atas perilakunya sendiri karena seluruh kapasitas manusia tersebut dikerahkan dan dipusatkan hanya untuk memenuhi kebutuhan dasarnya itu. Sebaliknya, jika kebutuhan dasar ini relatif sudah tercukupi, muncullah kebutuhan yang lebih tinggi yaitu kebutuhan akan rasa aman (safety needs).

b.     Kebutuhan Rasa Aman
            Jenis kebutuhan yang kedua ini berhubungan dengan jaminan keamanan, stabilitas, perlindungan, struktur, keteraturan, situasi yang bisa diperkirakan, bebas dari rasa takut dan cemas dan sebagainya. Karena adanya kebutuhan inilah maka [[manusia[[ membuat peraturan, undang-undang, mengembangkan kepercayaan, membuat sistem, asuransi, pensiun dan sebagainya. Sama halnya dengan basic needs, kalau safety needs ini terlalu lama dan terlalu banyak tidak terpenuhi, maka pandangan seseorang tentang dunianya bisa terpengaruh dan pada gilirannya pun perilakunya akan cenderung ke arah yang makin negatif.

c.      Kebutuhan Dicintai dan Disayangi
            Setelah kebutuhan dasar dan rasa aman relatif dipenuhi, maka timbul kebutuhan untuk dimiliki dan dicintai '. [Setiap orang ingin mempunyai hubungan yang hangat dan akrab, bahkan mesra dengan orang lain.[ Ia ingin mencintai dan dicintai. Setiap orang ingin setia kawan dan butuh kesetiakawanan. Setiap orang pun ingin mempunyai kelompoknya sendiri, ingin punya "akar" dalam masyarakat. Setiap orang butuh menjadi bagian dalam sebuah keluarga, sebuah kampung, suatu marga, dll. Setiap orang yang tidak mempunyai keluarga akan merasa sebatang kara, sedangkan orang yang tidak sekolah dan tidak bekerja merasa dirinya pengangguran yang tidak berharga Kondisi seperti ini akan menurunkan harga diri orang yang bersangkutan.


d.     Kebutuhan Harga Diri
Di sisi lain, jika kebutuhan tingkat tiga relatif sudah terpenuhi, maka timbul kebutuhan akan harga diri (esteem needs).  Ada dua macam kebutuhan akan harga diri Pertama, adalah kebutuhan-kebutuhan akan kekuatan, penguasaan, kompetensi, percaya diri dan kemandirian. Sedangkan yang kedua adalah kebutuhan akan penghargaan dari orang lain, status, ketenaran, dominasi, kebanggaan, dianggap penting dan apresiasi dari orang lain. Orang-orang yang terpenuhi kebutuhannya akan harga diri akan tampil sebagai orang yang percaya diri, tidak tergantung pada orang lain dan selalu siap untuk berkembang terus untuk selanjutnya meraih kebutuhan yang tertinggi yaitu aktualisasi diri (self actualization)

e.      Kebutuhan Aktualisasi Diri
Kebutuhan ini merupakan kebutuhan yang terdapat 17 meta kebutuhan yang tidak tersusun secara hirarki, melainkan saling mengisi. Jika berbagai meta kebutuhan tidak terpenuhi maka akan terjadi meta patologi seperti apatisme, kebosanan, putus asa, tidak punya rasa humor lagi, keterasingan, mementingkan diri sendiri, kehilangan selera dan sebagainya.

Apabila kebutuhan-kebutuhan minimal seseorang tidak dapat dipenuhi maka orang itu dapat mengalami gangguan keseimbangan psikologis. Gangguan itu bisa berbentuk rasa kesal, perrenggangan hubungan social, putus asa dan frustasi (dengan gejala seperti marah-marah, penarikan diri dari pergaulan, serba salah dan takut, sikap pasrah yang konyol, tidak tahu arah hidup, hidup seperti tanpa arti, atau sikap apatis atas kehidupan).

B.     Untuk Apa Aku Lahir dan Hidup?
1. Hidup adalah suatu periode yang memiliki batas waktutertentu yang diberikan oleh Tuhan bagi manusia.
2. Hidup adalah suatu proses “menjadi”, yaitu menjadimanusia yang berarti dan berguna bagi hidup itu sendiri danberguna bagi dunia.
3. Waktu tidak akan terulang kembali.
4. Rentang waktu kehidupan tidak seharusnya diisi denganseadanya, harus ada perencanaan secara efektif dan produktif.
5. Hari ini adalah hari pertama dari sisa hidupmu, tidak adayang bisa memastikan kapan seseorang akandilahirkan, sebagaimana juga tidak bisa dipastikan kapan kitameninggal.
6. Tak selamanya manusia bergantung kepda orang lain
C. Menjadi Apakah Aku Nanti ?
Beberapa pandangan yang dijadikan landasan untukmencapai cita-cita :
1. Menunda waktu akan membuat cita-cita menjauh
2. Orang harus berani berubah dan berkembang

3. Jadilah pemain, bukan penonton4. Jangan memandang didepan dengan keputusan yang besardan muluk-muluk, sehingga lupa dengan hal-hal yang kecildan sepele


Add caption

1 komentar:

  1. CASINO IN CASINO JOHNNY, SC - JT Marriott
    CASINO JOHNNY, SC, 춘천 출장마사지 89301, United States, 양주 출장샵 United States of America CASINO JOHNNY, CASINO JOHNNY, CASINO 경기도 출장마사지 JOHNNY, 경기도 출장안마 CASINO JOHNNY, 안산 출장마사지 CASINO JOHNNY.

    BalasHapus