by Achun sampolawa laguali
BAB I
PEMAHAMAN DIRI
Kita
sering mendengar bahwa pentingnya pemahaman akan diri sendiri. Siapapun harus
mengenal dirinya sendiri. Namun, pemahaman diri tersebut tidak bisa kita capai
dengan mudah. Secara terus menerus kita harus menggali diri kita secara
mendalam.
A.
Siapakah Aku Ini?
Kita selalu merujuk
diri kita seagai Aku. Kita berkata, “Ini Aku” , “Ini Aku punya”, “Ini badan Aku”,
“Nama Aku si-anu”, dan “Nama bapa Aku si-anu”, dan sebagai nya. Pernahkah kita
terfikir siapakah Aku ini? Apakah Aku ini? Siapa sebenarnya Aku ini? Tentu akan ada beraneka jawaban dari setiap
orang. Agar dapat membantu menjawab pertanyaan tersebut diatas, sedikitnya ada
dua sudut pandang yang dapat dijadikan landasan.
Dari sudut pandang
spiritual, setidaknya jawaban yang sesungguhnya adalah sebagai berikut:
a.
Aku adalah makhluk ciptaan Tuhan
yang disebut manusia.
b.
Aku diciptakan Tuhan sebagai tanda
terbesar atas kuasa-Nya dimuka bumi.
c.
Aku adalah manusia yang diciptakan
Tuhan dan diberi tanggung jawab untuk menjaga, mengolah dunia sehingga
berkembang dan berarti bagi kehiduapan seluruh makhluk ciptaan-Nya.
d.
Aku
juga adalah ayatollah (tanda-tanda Allah) kerana seluruh alam raya, yang ghaib
dan yang nyata, adalah tanda-tanda wujudnya Allah SWT.
e.
Aku
juga digelar Rohullah (Roh Allah) kerana roh itu adalah hembusan dari roh Allah
atau limpahan dari roh Allah.
Dari sudut psikologi humanistic (Abraham
Maslow), “Aku” adalah manusia yang memiliki kebutuhan-kebutuhan yang secara
bertingkat perlu dipenuhi dalam kehidupan sehari-hari. Kebutuhan-kebutuhan
terdebut dari tingkat yang paling dasar sampai yang paling tinggi adalah:
a.
Kebutuhan
Fisiologis
Kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan yang sangat primer dan
yang mutlak dipenuhi. Pada tingkat yang paling bawah, terdapat kebutuhan yang
bersifat fisiologik (kebutuhan akan udara, makanan, minuman dan sebagainya)
yang ditandai oleh kekurangan (defisi) sesuatu dalam tubuh orang yang
bersangkutan. Kebutuhan ini dinamakan juga kebutuhan dasar (basic needs)
yang jika tidak dipenuhi dalam keadaan yang sangat estrim (misalnya kelaparan)
bisa manusia yang bersangkutan kehilangan kendali atas perilakunya sendiri
karena seluruh kapasitas manusia tersebut dikerahkan dan dipusatkan hanya untuk
memenuhi kebutuhan dasarnya itu. Sebaliknya, jika kebutuhan dasar ini relatif
sudah tercukupi, muncullah kebutuhan yang lebih tinggi yaitu kebutuhan akan
rasa aman (safety needs).
b.
Kebutuhan
Rasa Aman
Jenis kebutuhan yang kedua ini berhubungan
dengan jaminan keamanan, stabilitas, perlindungan, struktur, keteraturan,
situasi yang bisa diperkirakan, bebas dari rasa takut dan cemas dan sebagainya.
Karena adanya kebutuhan inilah maka [[manusia[[ membuat peraturan,
undang-undang, mengembangkan kepercayaan, membuat sistem, asuransi, pensiun dan sebagainya. Sama halnya dengan basic needs,
kalau safety needs ini terlalu lama dan terlalu banyak tidak terpenuhi,
maka pandangan seseorang tentang dunianya bisa terpengaruh dan pada gilirannya
pun perilakunya akan cenderung ke arah yang makin negatif.
c.
Kebutuhan
Dicintai dan Disayangi
Setelah kebutuhan dasar dan rasa aman relatif
dipenuhi, maka timbul kebutuhan untuk dimiliki dan dicintai '. [Setiap orang ingin mempunyai
hubungan yang hangat dan akrab, bahkan mesra dengan orang lain.[ Ia ingin mencintai dan dicintai.
Setiap orang ingin setia kawan dan butuh kesetiakawanan. Setiap orang pun ingin mempunyai
kelompoknya sendiri, ingin punya "akar" dalam masyarakat. Setiap orang butuh menjadi
bagian dalam sebuah keluarga, sebuah kampung, suatu marga, dll. Setiap orang yang tidak
mempunyai keluarga akan merasa sebatang kara, sedangkan orang yang tidak
sekolah dan tidak bekerja merasa dirinya pengangguran yang tidak berharga
Kondisi seperti ini akan menurunkan harga diri orang yang bersangkutan.
d.
Kebutuhan
Harga Diri
Di sisi lain, jika kebutuhan tingkat tiga relatif sudah
terpenuhi, maka timbul kebutuhan akan harga diri (esteem needs). Ada dua macam kebutuhan akan harga diri
Pertama, adalah kebutuhan-kebutuhan akan kekuatan, penguasaan, kompetensi,
percaya diri dan kemandirian. Sedangkan yang kedua adalah kebutuhan akan
penghargaan dari orang lain, status, ketenaran, dominasi, kebanggaan, dianggap
penting dan apresiasi dari orang lain. Orang-orang yang terpenuhi kebutuhannya
akan harga diri akan tampil sebagai orang yang percaya diri, tidak tergantung
pada orang lain dan selalu siap untuk berkembang terus untuk selanjutnya meraih
kebutuhan yang tertinggi yaitu aktualisasi diri (self actualization)
e.
Kebutuhan
Aktualisasi Diri
Kebutuhan ini merupakan kebutuhan yang terdapat 17 meta
kebutuhan yang tidak tersusun secara hirarki, melainkan saling mengisi. Jika
berbagai meta kebutuhan tidak terpenuhi maka akan terjadi meta patologi seperti
apatisme, kebosanan, putus asa, tidak punya rasa humor lagi, keterasingan,
mementingkan diri sendiri, kehilangan selera dan sebagainya.
Apabila kebutuhan-kebutuhan minimal seseorang tidak dapat
dipenuhi maka orang itu dapat mengalami gangguan keseimbangan psikologis.
Gangguan itu bisa berbentuk rasa kesal, perrenggangan hubungan social, putus
asa dan frustasi (dengan gejala seperti marah-marah, penarikan diri dari
pergaulan, serba salah dan takut, sikap pasrah yang konyol, tidak tahu arah
hidup, hidup seperti tanpa arti, atau sikap apatis atas kehidupan).
B.
Untuk Apa Aku Lahir dan Hidup?
1.
Hidup adalah suatu periode yang memiliki batas waktutertentu yang diberikan
oleh Tuhan bagi manusia.
2.
Hidup adalah suatu proses “menjadi”, yaitu menjadimanusia yang berarti dan
berguna bagi hidup itu sendiri danberguna bagi dunia.
3.
Waktu tidak akan terulang kembali.
4.
Rentang waktu kehidupan tidak seharusnya diisi denganseadanya, harus ada perencanaan
secara efektif dan produktif.
5.
Hari ini adalah hari pertama dari sisa hidupmu, tidak adayang bisa memastikan
kapan seseorang akandilahirkan, sebagaimana juga tidak bisa dipastikan kapan
kitameninggal.
6.
Tak selamanya manusia bergantung kepda orang lain
C.
Menjadi Apakah Aku Nanti ?
Beberapa
pandangan yang dijadikan landasan untukmencapai cita-cita :
1. Menunda waktu akan membuat cita-cita menjauh
2. Orang harus berani berubah dan berkembang
3. Jadilah pemain, bukan penonton4. Jangan memandang
didepan dengan keputusan yang besardan muluk-muluk, sehingga lupa dengan
hal-hal yang kecildan sepele
![]() |
| Add caption |

CASINO IN CASINO JOHNNY, SC - JT Marriott
BalasHapusCASINO JOHNNY, SC, 춘천 출장마사지 89301, United States, 양주 출장샵 United States of America CASINO JOHNNY, CASINO JOHNNY, CASINO 경기도 출장마사지 JOHNNY, 경기도 출장안마 CASINO JOHNNY, 안산 출장마사지 CASINO JOHNNY.